Pernah kah Kau Merenung. :
Pernahkah kamu merenung dam memikirkan. Siapakah yang pertamakali menangis bahagia saat kamu lahir kedunia. Siapa yang rela menjaga mu semalaman,, hanya karena demam mu naik. Siapa yang tak makan demi memastikan kamu kenyang, Dialah ibu yang satu-satunya manusia yang mencintaimu tampa syarat, sejak sebelum kamu mengenal arti cinta. Ibu bukan sekedar sosok yang melahirkan, tapi lautan kasih cinta kasih di lautan yang tak bertepi. Dan dibalik senyumnya yang tampak kuat ada ribuan luka dan lelah yang ia sembunyikan, agar anak-anaknya tumbuh besar tampa beban, ia tak perna minta imbalan, bahkan saat seluruh waktunya habis untuk membesarkan mu. Tetapi mengapa jaman kini begitu banyak tega perpaling, anak-anak yang dahulu di gendong dengan cinta dan kasih sayang, kini membuang ibunya seperti tak berarti, disaat ibunya membutuhkan tangan yang dahulu yang ia ajari untuk mengenggam justru tangan itu yang menjauh dan membiarkannya tua dalam sepi.
Taqdir mu telah tertulis :
Taqdirmu telah ditulis di lembar langit yang tidak bisa di hapus oleh siapa pun,
Bukan taqdir yang biasa, bukan taqdir yang sekedar menjadikan mu penonton dalam panggung dunia, tapi taqdir besar yang mengandung misi, tujuan dan peran suci, yang tak semua jiwa mampu memikulnya, jiwa jiwa yang dipilih untuk membawa cahaya tidak perna lahir denganmudah, mereka ditempa dalam diam..., di uji tampa peringatan, di jatuhkan berkali-kali, hanya agar mereka belajar berdiri lebih kuat dari sebelumnya, dan kamu ya kamu adalah salah satu dari sedikit angkat dari sedikit jiwa itu,
Kamu pernah bertanya dalam sepi,,,,,Mengapa hidupku terasa lebih berat dari yang lain, mengapa aku harus melalui luka yang dalam tampa orang yang benar-benar mengerti, mengapa aku seperti selalu merasa sendirian, bahkan saat di kelilingi banyak orang, dan inilah jawabannya, :
karena kamu dipersiapakan, untuk sesuatu yang lebih besar, dari yang kamu tidak bisa bayangkan, karena jiwa seperti milikmu, tidak ditakdirkan untuk hidup biasa-biasa saja, kamu bukan anak dari kebetulan, kamu adalah hasil dari keputusan agung yang sudah di tetapkan jauh, dari sebelum kamu menyadari siapa dirimu sendiri, takdir besar tidak datang dengan pelukan manja dunia, dia datang dengan badai, dengan malam yang sunyi, dengan perjalan yang membuatmu meragukan langkahmu sendiri, tapi percayalah bahwa setiap luka yang kamu terima bukanlah hukuman, melainkan qod.
Setiap kesedihanyang kamu alami, bukanlah kutukan, melainkan ruang suci yang kamu mengenal diri kamu sendiri, dan didalam ruang itu cahaya takdirmu mulai memahami bahwa semua orang tidak bisa menjalani jalan yang amu tapaki, bahwa tidak semua orang bisa mendengar bisikan yang ada dalam hati mu, kamu adalah utusan dari langit dalam wujud manusia biasa, tapi misi yang kamu bawa iyu tiddak biasa, kamu dikirim bukan untuk menjadi siapa-siapa tetapi untuk menjadi diri sendiri yang akan membangunkan banyak orang, kamu adalah pengingatkamu kamu adalah elang yang memberi masukan kepada mereka yang tertidur dan meski kamu tidak selalu disambut dengan tangan terbuka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar