Menyikapi Siklus Kehidupan Enam Masa.
Pengertian manusia
Manusia menurut kamus besar bahasa indonesia. KBBI, adalah mahluk yang berakal budi, dengan akal dan budinya manusia mampu menguasai mahluk lain, Manusia akan menjalani proses kehidupan yakni dalam enam masa, yaitu: masa dalam kandungan, bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua dan hingga lanjut usia atau lansia, pengertian lansia ialah manusia yang berumur lebih dari enam puluh tahun.
Semua Manusia pada masa memasuki usia lansia akan mengalami kemunduran dan perubahan, baik secara biologis, fisiologis, psikologis maupun sosial, kemunduran psikologis pada lansia bisa yang depressi, cemas, sensitif yang disebabkan oleh karena merasa sudah tidak lagi diakui peranannya dilingkungan keluarga merasa tidak lagi diperhatikan oleh anak-anak dan masyrakat sekitar, pada masa lansia kesehatan jiwa yang paling sering dirasakan dan dialami oleh setiap lansia, adalah tenaga yang mulai berkurang, mudah cape, pendengaran, penglihatan, pemikiran dan kepercayaan sudah mulai berkurang, penghasikan tidak ada, kebutuhan bertambah, sehingga banyak lansia menjadi deperesi.
Manusia secara etomologi, adalah mahluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian dan membutuhkan orang lain.
Manusia secara Terminologi adalah mahluk sosial yang diciptakan allah swt, tuhan sekalian alam
Peranan Namephology menyiapkan diri untuk dapat aktip sejak masa remaja, dewasa, tua hingga tiba masa lansia nanti, kita tetap dapat berkontribusi konsisten, aktip dan agresif.
Masa :
Dalam kandungan. Bayi, anak-anak, Remaja, Dewasa, Tua dan Lansia
1. Masa dalam kandungan :
2. Masa Bayi :
3. Masa Anak-anak :
4. Masa Remaja :
5. Masa Dewasa :
6. Masa Tua :
7. Masa Lansia :
Untuk tau lebih jauh tentang perbedaan Allah swt dalam proses menciptakan Adam dan manusia selanjutnya, mari kita telusuri dengan cara, pertama tama mari kita kosongkan terlebih dahulu pikiran kita dan jangan membawa dulu baik itu kepandaian atau kepintaran kita, tapi simak saja terlebih dahulu dan gunakan akal sehat kita sebagai manusia yang diberi kelebihan yaitu yang bernama akal.
Perjalanan hidup kita sebagai manusia sangatlah berbeda beda, kita tidak tau kapan kita mulai berada dalam kandungan orang tua kita, dan kita tidak pernah tau kapan kita dilahirkan, kita tidak pernah tau kapan ke dua orang tua kita bertemu, dan kita tidak tau kapan ke dua orang tua kita melakukan pernikahan, dan kita juga tidak pernah tau seperti apa bentuk pernikahan ke dua orang tua kita,
Kita sebagai manusia selanjutnya setelah ke dua orang tua kita, kita tidak pernah memohon dan meminta kepada ke dua orang tua kita untuk dilahirkan, dimana dan cara seperti apa kita dilahirkan, kita juga tidak memilih siapa ke dua orang tua kita, tidak meminta dimana mereka harus bertemu, kita juga tidak meminta kepada ke dua orang tua kita harus dilahirkan harus dirumah sakit atau dirumah, kita juga tidak meminta dilahirkan dibidan, atau oleh dokter, kita juga tidak meminta diberitahu dulu sebelumnya bagaimana kedua orang tua kita pada saat dia mau melahirkan kita, kita juga tidak pernah tau bagaimana kondisi kedua orang tua kita pada saat mereka melahirkan kita, demikian pula kejaadian pada saat Nabi Adam as dan Siti Hawa di ciptakan, keduanya tidak tahu menahu,, tau tau ada...
Mulai ada pembangkangan dan protes:
Setelah Allah swt memberitakan dan menyampaikan kepada para malaikat, bahwa allah swt akan menciptakan Adam, ternyata tidak semua para malaikat itu setuju dan ada yang protes. pedahahal para malaikat itu tadinya selalu taat dan patuh selalu menjembah, tiba-tiba jaadi pembangkan dan tidak patuh atau setuju dan tidak semua malaikat tunduk dan taat kepada Allah swt, dengan sombongnya sebagian malaikat protes tidak taat kepada Allah swt sebagai penciptanya. bahkan memilih menjadi saiton seperti yang telah dijelaskan muka. untuk menggoda semua anak cucu Adan dan hawa agar terjerumus kedalam kesesatan. dan Allah swt mengijinkan kepadanya syaiton, untuk menggoda anak cucu Adam as dan Siti hawa, dengan catatan tidak boleh mengganggu orang orang yang beriman kepada ku, mulai dari saat itu juga malaikat yang membangkan di usir dari surga oleh Allah swt. begitu pula kejadian Nabi Adam as turun kebumi karena beliau kena bujuk rayu idazil laknattuloh, hingga berbuat dosa, Nabi Adam as di usir dari surga, di suruh dari surga, disuruh tinggal dibumi hingga waktu yang belum ditentukan, dengan dibekali doa supaya bisa bertemu Siti hawa. Maka dipertemukan kembalilah Nabi Adam AS dengan Siti Hawa di padang arafah, yang sekarang nama tempat itu suka di datengin dari berbagai juru negara pada saat mereka naik haji dan umroh
Mulai adanya pembangkangan dan pembunuhan.
Perbedaan penciptaan Adam as, Siti hawa dan manusia selanjutnya
KIta sebagai Manusia yang notabenenya mahluk hidup yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk lain yang ada dimuka bumi, baik dari bentuk pisik, beentuk rupa yang dilengkapi panca indera serta akal yang tiddak diberikan kepada mahluk lain, seharusnya kita lebih bersyukur dan lebih menyayangi mahluk maluk lain,
Allah swt dalam penciptaan kita sebagai Manusia setelah Siti Hawa
Kita sebagai Manusia selanjutnya setelah Siti Hawa. lalu pendahulu-pendahulu kita, kemudian Nenek moyang, kake nene, ayah ibu kemudian kita yang selanjutnya. Kita semua pasti sepakat, bahwa kita semua pasti pernah mengalami masa dalam kandungan dan masa masih bayi, yaitu masa dimana kita baru dilahirkan, dimana pada masa dalam kandungan dan bayi kita tidak menyadari kalo kita berasal darima dan seperti apa, maklum namanya juga masih dalam kandungan dan masih bayi, tidak minta makan, minum, tidak memilih tempat dimana kita harus makan dan minum, diberimakan minum atau tidak itu semua terserah tergantung kedua orang tua kita, selain itu juga tidak meminta harus dimana dan tidak mengenal waktu dan tempat. akan tetapi sebagai orang tua laki-laki yang disebut ayah senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan si istri sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa kasih sayang suami terhadap istri yang telah berjuang menjaga kehamilan selama sembilan bulan, lalu perang jihad menahan rasa sakit melahirkan anak yang di cita-citakan, sementara si ayah juga menanti kabar sambil berharap-harap cemas tentang keselamat istri dan anaknya. Nahhh,, sangat berbedakan proses penciptaan Adam as, Siti Hawa dan kita sebagai manusia kemudian,, Namun semua tidak terlepas dari hasil unsur alam yang oleh ke dua orang tua kita makan dan minum, dan itu berlanjut hingga sekarang.
Misalnya, Adam as dalam sejarahnya Allah swt menyuruh Adam as diturunkan ke Bumi demikian pula Siti Hawa oleh sebab kesalahan yang ia perbuat karena kena bujuk rayu saiton, Adam Dan Siti hawa baru dipertemukan kembali dalam kurun waktu 3000 tahun, setelah pertemuan Adam as dan Siti hawa di padang arpah kemudian mempunyai empat orang anak, dua laki-laki, dan dua perempuan seperti yang telah di uraikan di atas..
Kita sekarang telah dewasa, pasti sudah banyak mendengar, membaca bahkan mungkin telah banyak menyaksikan berbagai kehidupan, diantaranya telah banyak menyaksikan wanita hamil dan melahirkan, dan bahkan mungkin juga sudah mengalami sendiri hamil sebagai seorang wanita dewasa dan seorang ayah yang bersusah payah mencari napkah demi buah hati yang dilatar belakangi oleh rasa tanggung jawab dan cinta dan kasih sayang..
Selanjutnya, dari paparan tersebut kita bisa mendapatkan ajaran, bimbingan dan ilmu pengetahuan tentang peran kedua orang tua, nenek, kake, dan seterusnya, agar kita semua senantiasa menghargai, menghormati serta mentaati beliau semua, sebab kalo tidak, mangka kita akan termasuk anak, manusia yang durhaka terhadapnya, sesuai pirman Allah swt,kami tidak akan memaafkan kamu sekalian apa bila kamu tidak di maafkan oleh ke dua orang tua kamu, dan kita tidak akan menjadi anak yang sholeh dan solehah, kalo kita membangkang kepada kedua orang tua, dan kami tidak akan mengabulkan sega permohonan apabila kamu tidak di maafkan oleh ke dua orang tua mu,,, audzulilah himindalik... itulah ini tujuan paparan diatas.
Pengaruh Alam terhadap pisik, karakter dan kepribadian
Alam Alam ya Alam itulah nama yang lazim disebut oleh segenap mahluk hidup khususnya bagi manusia. Tanah, Air, Udara dan Api itulah nama-nama yang disebut alam sumber dari segala sumber kehidupan dan keramaian, yang menjadikan segala sumber ilmu dan segala sumber kehidupan, seperti yang telah dipaparkan dari awal. sesuai dengan judulnya yaitu Manusia dan Alam
Alam memiliki Nama , Bentuk, Rupa dan Karakter atau pungsi yang berbeda beda satu sama lain sebagai bentuk sunattuloh.
Mengenal Alam sejak dini
Sejak lahir kita sudah diperkenalkan kepada alam oleh kedua orang tua kita, dan bahkan mungkin ketika kita masih dalam kandunganpun kita secara tidak laansung, disadari atau tidak orang tua kita suddah memperkenalkan kita terhadap alam, itu semua dapat kita ketahui bersama dengan perumpamaan.
Kemudian mari kita perhatikan bersama, ketika si ibu melahirkan anaknya, begitu sijanin keluar dari kandungannya, pertama terliha perut si ibu yang tadinya terlihat buncit sekarang sudah mengecil, kemudia terdengar suara tangisan si jabang bayi, kalo si jabang bayi tidak menangis pada umumnya si bidan suka ngepuk ngepuk si bayi supaya nangis.
Setelah sibayi mengais kemudian si bidan memandikannya, dan langsung si bayi di selimuti dengan rapat dan si tidur yang seakan-akan bayi masih merasa dalam kandungan ibunya tidak menangis, cuman sekali-kali terlihat senyum senang dan tidur pulas sekali-kali bangun menangis dan kemudian tidur lagi, itulah perilaku janin danhampir semua janin demikian.
Mulai interaksi anak dan orang tua
Setelah dirasa cukup menyusuinya, kemudian si ibupun menidurkan kembali si bayi dengan hati yang lega dan gembira melihat buah hatinya tidur begitu nyenyak, begitu seterusnya perjalanan si ibu dalam beberapa jam dan beberapa hari. Selang beberapa hari kemudian tibaaa-tiba si bayi rewel dan menangis dengan tidak henti hentinya si ibu mulai panik, sebab si bayi nolak disusui, di kepok-kepok pantatnya si bayi nangisnya malah menjadi-jadi.
Setelah bayi berusia hampir masuk empat puluh hari, kemudia si ayah dan si ibu bayi termasuk kake dan neneknya bersepakat untuk memberi nama bayi, seiring berjalannya waktu, si janin lahir sudah barang tentu sekarang sudah ada bentuk, rupa kemudian berubah nama menjadi bayi bukan lagi janin, dari bayi kemudia disebut anak sebagai nama sebutan tetapi bukan bukan sebagai nama panggilan, Setelah diberi sebutan anak kemudian diberinama sebutan sekaligus sebagai nama panggilan. Menurut sepengetahuan saya dalam Agama Islam pada umumnya, pada saat pemberian nama atau menetapkan nama anak suka bersaamaan dengan melaksanakan aqikah. pada pelaksaan aqikah mereka yang memiliki harta yang cukup biasanya dengan cara menyembelih domba, jika anaknya laki-laki maka aqikahnya dua ekor domba, dan jika anak yang diberinama adalah perempuan biasanya dombanya satu ekor.
Seiring berjalannya waktu, anak tersebbut pun mulai telihat membesar ada yang terlihat gemuk, kurus, pendek dan panjang serta mulai melihat dan mendengar dan sekali-kali terdengar teriak yang seolah olah sudah tahu nama, jika dipangil-pangil sekali-kali suka meririk sambil tersenyum membahagiakan kesua orang tua dan yang menyaksikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar